Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Warga kubar gusar

| 0 comments
Larangan melintas di sungai sekitar jembatan yang runtuh di KUKAR oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BMPN), merepotkan warga KUBAR (Kutai Barat). Pasalnya,sebagian besar jalur sungai Mahakam merupakan urat nadi angkutan penumpang dan bahan pokok ke KUBAR. Warga berharap agar sungai Mahakam di jembatan kukar tetap dibolehlan. Dengan syarat harus dipandu oleh petugas perhubungan setempat. Agar kapal tetap melintas tanpa mengganggu aktivitas pencarian korban.
Bila ditutup atau dilarang, lantas bagaimana distribusi pasokan bahan pokok ke KUBAR. Hal inilah menjadi persoalan kami.
Menyikapi  surat edaran BNPB, dia akan mengatakan dan akan memanggil pemilik taxi kapal yang selama ini mengangkut penumpang dan barang bahan pokok dari samarinda-kubar setiap hari.
Apakah bersedia atau tidak, jika pembongkaran muat barang cukup di pelabuhan tenggarog. karana pelabuhan tenggarong berada di hulu jembatan yang runtuh.
Inilah menjadi persoalan, disatu sisi taxi kapal dirugikan dan kebayanyakan penumpang dan barang berada di samarinda,belum lagi onkos kirim barang ke tenggarog ongkosnya 3x lipat

Foto setelah peristiwa runtuhnya jembatan di KUKAR

| 0 comments


Sketsa runtuhya jembatan KUKAR

Antrean kendaraan yang ingin menyebrang

Satu-satunya transportasi menuju tenggarong seberang

Tim sar mencari korban

Musibah KUKAR berkah para pedagang

                                                      Ribuan warga memadati kejadian di lokasi

Keanehan sebelum peristiwa runtuhnya jembatan KUKAR

| 0 comments


Runtuhnya jembatan kutai kartanegara (KUKAR), merupakan bentuk pringatan agar manusia jangan terlalu serakah. Memang sudah ada firasat sebelumnya dari kalangan umum disekitar runtuhnya jembatan tersebut. Musibah ini sebagai peringtan agar manusia jangan seenak dewe, seperti aktivitas tambang yang benar-benar luar biasa. ibarat manusia, mereka mahluk gaib, mereka puya rumah. Gimana perasaannya kalau rumahnya diusik??? pasti mereka melakukan perlawanan.. Salah satu hujud perlawanan mereka membuat jembatan itu runtuh.

Kalau ditanya, mengapa harus jembatan Kukar??? karena akan menarik perhatian. Dan ini merupakan peringatan keras , siapa saja yang disana yang bertanggung jawab seperti contoh Pemkab Kukar atau yang terkait agar lebih peduli pada wilayah ,tidak malah terjerumus pada keserakahan.

Sebelum runtuhnya jembatan tersebut sudah ada petanda ketika di malam hari terdengar suara bunyi-buyian. Suara itu lebih keras terdengar ketika dimalam hari mirip benturan antara besi dengan besi. Namun anehya, tidak ada sesuatu apapun yang terjadi disekitarnya.
"Tidak hanya saya yang mendengar,tetapi juga tetangga yang lain juga ikut mendengar. Warga lain juga ikut mencari dimana suara tersebut, dengan cara meyisir pinggiran sekitar jembatan kutai kartanegara.
 Keanehan beulang kembali berupa suara itu sering kali terdengar oleh warga sampai akhirnya suara tersebut tak dihiraukan lagi. Tiba-tiba keanehan itu akhirnya terjadi, bukannya ponton nambrak jembatan tapi jembatan yang rubuh, sehingga mengeluarkan suara yang cukup keras.
Mendengar suara gemuruh itu, Syarifuddinpun keluar rumah dan melihat jembatan Kukar, yang dibangga-banggakan mayarakat Tenggarong sudah runtuh..

Dengan adanya peristiwa ini, perekonomian baik di samarinda dan tenggarong semakin terhambat.
contoh: 


  • Jarak tempuh lewat darat dari samarinda-tenggarong biasanya 30 menit, sekarang 1.1/2 jam.
  • Transportasi sungai dari samarinda-tenggarong-seberang-kutai barat terganggu.
  • Batu-bara dan kayu glondongan dari hulu mahakam tersendat.

Foto-Tragedi Jembatan Kutai Kartanegara part.I

| 0 comments
Hingga saat ini 4 orang telah meniggal dunia, kemungkinan masih bertambah lagi.Sedangkan yang masih dirawat sekitar 15 orang. berikut foto yang di himpun berbagai media...



Bersambung.......

Heboh..,Ibu dan anak melekat saat bersetubuh hingga tewas

| 0 comments

Kejadian ini sungguh terkutuk. Ibu dan Anak tewas dalam kondisi sedang bersetubuh. Kisahnya, persetubuhan antara Ibu yang berusia 30 tahun, dengan anak lelakinya berusia 15 tahun tak bisa dilepas. Keduanya tetap menempel seperti terkunci. Bahkan, pasangan ini sempat dilarikan ke sebuah rumah sakit di kota Gorontalo. “Namun malang, pasangan ini meninggal beberapa jam setibanya di rumah sakit,” kata seorang petugas rumah sakit tempat pasangan persetubuhan itu dirawat kepada wartawan Gorontalo Post.